Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali menghadapi krisis hidrometeorologi masif menjelang Ramadhan. Hujan ekstrem mengguyur wilayah hulu secara terus-menerus. Kondisi ini memicu lonjakan debit air sungai yang sangat besar. Akibatnya, air menjebol tanggul Sungai Tuntang dan Sungai Cabean pada Senin, 16 Februari 2026. Gelombang air bah merendam ribuan permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak merilis data eskalasi bencana ini. Bencana ini berdampak langsung pada 7.687 kepala keluarga. Total populasi terdampak mencapai 25.863 jiwa. Banjir merendam sembilan desa di tiga kecamatan utama. Ketiga kecamatan tersebut adalah Guntur, Kebonagung, dan Sayung. Kedalaman air bervariasi di setiap desa. Titik genangan tertinggi mencapai 65 sentimeter.
Banjir juga memblokir area Tlogoweru. Kondisi ini memutus total jalur darat penghubung Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan. Polisi harus mengalihkan arus kendaraan niaga dan logistik. Kendaraan harus memutar jauh melalui jalur Pantura Demak. Pengalihan arus ini menciptakan kemacetan hingga lima kilometer. Rantai pasok ekonomi Jawa Tengah pun terganggu serius. Warga mendesak butuh pasokan logistik darurat. Kebutuhan ini meliputi pangan, obat-obatan, selimut, perlengkapan bayi, dan air bersih.
Permasalahan Akar: Mekanisme Geoteknik Jebolnya Tanggul

Tanggul sungai besar jarang hancur secara instan. Alam selalu memancarkan tanda-tanda fisik sebelumnya. Akar masalahnya adalah absennya sistem pemantauan air otomatis. Kita butuh alat ukur debit dan elevasi air yang real-time dan akurat. Tanggul tanah dan beton memiliki batas toleransi tekanan hidrostatis. Hujan hulu memompa jutaan meter kubik air ke sungai. Elevasi muka air akan naik tajam dalam hitungan jam.
Kenaikan elevasi ini memberikan gaya dorong horizontal masif pada tanggul. Fenomena ini memicu kerusakan geoteknik. Air pada elevasi kritis akan merembes menembus pori-pori tanah tanggul. Air perlahan menyeret partikel tanah dari dalam. Proses ini menciptakan rongga pipa internal (piping erosion). Akibatnya, struktur atas tanggul kehilangan daya dukungnya. Tanggul pun seketika runtuh diterjang arus.
Kita butuh instrumen pemantau canggih untuk melaporkan elevasi air. Tanpanya, petugas kehilangan momentum emas untuk langkah penyelamatan. Petugas tidak tahu kapan elevasi air menyentuh titik kritis rembesan. Metode observasi kuno dengan papan duga air manual telah gagal. Metode ini tidak bisa mengantisipasi anomali cuaca ekstrem. Petugas harus bertaruh nyawa mendatangi sungai saat badai. Prosedur ini lambat dan rentan kesalahan manusia (human error).
Oleh karena itu, pemerintah wajib memodernisasi infrastruktur sungai. Penggunaan alat pemantau ketinggian air yang akurat (water level) menjadi landasan mutlak. Instrumen cerdas ini mengubah paradigma manajemen risiko. Kita beralih dari sekadar menerka bahaya menuju analisis presisi.
Solusi Pencegahan dengan Water Level
Kita butuh solusi atas ketiadaan data sungai di Demak. Penggunaan sensor water level adalah jawaban yang tepat. Perangkat ini adalah pencatat data (data logger) mandiri berstandar global. Pabrikan merancangnya khusus untuk merekam level air dan suhu. Kita dapat memasang alat ini pada sistem peringatan dini bencana. Implementasi HOBO U20L mengeliminasi kelemahan metode pemantauan konvensional. Berikut adalah keunggulan teknisnya:
-
Teknologi Sensor Tekanan Absolut: Sensor pelampung biasa mudah tersangkut sampah. HOBO U20L mengatasi ini dengan prinsip tekanan hidrostatik absolut. Operator membenamkan alat ini di dasar palung sungai. Alat membaca berat kolom air secara vertikal. Perangkat lunak HOBOware cerdas mengkompensasi tekanan atmosfer. Sistem ini menghasilkan kalkulasi kedalaman air dengan presisi milimeter. Tim analis dapat melacak laju kenaikan air secara akurat.
-
Material Tangguh Tahan Banting: Banjir selalu membawa material perusak seperti kayu, lumpur, dan batu. Pabrikan melindungi sirkuit HOBO U20L dengan selongsong polypropylene tebal. Material ini tahan benturan fisik dan zat kimia korosif. Alat ini juga mampu menahan invasi mikro partikel lumpur. Ketahanan maksimal ini menjamin kelangsungan rekaman data vital. Otoritas tetap mendapat data akurat tepat di pusat badai.
-
Perekaman Mandiri Jangka Panjang: Alat ini memiliki ruang memori internal yang masif. Suplai tenaganya berasal dari baterai bawaan yang awet. Alat sanggup merekam data tanpa henti selama bertahun-tahun. Perekaman berjalan otomatis pada interval ketat, misalnya setiap lima menit. Sistem ini memutus kebergantungan pada jadwal kunjungan manual manusia.

Dapatkan HOBO U20L Sekarang, Hanya di Taharica
Segera pantnau ketinggian air dengan akurat dan presisi, hubungi tim kami untuk informasi dan penawaran lebih lanjut
Sumber referensi: https://regional.kompas.com/read/2026/02/18/191433478/banjir-demak-lebih-dari-25000-jiwa-terdampak



