Perbedaan Double dan Single Column UTM dalam Pengujian Material yang Tepat

Dalam dunia pengujian material, keakuratan dan efisiensi bukan sekadar keunggulan tambahan, melainkan syarat mutlak. Di sinilah peran dari UTM menjadi begitu krusial, terutama dalam sektor-sektor seperti manufaktur, teknik material, metalurgi, dan kontrol kualitas industri. Namun, satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan profesional: Apa si Perbedaan Double dan Single Column pada UTM ini? Dan kapan sebaiknya menggunakan UTM Single Column, dan kapan UTM Double Column menjadi pilihan yang tak tergantikan?

Pemahaman Dasar tentang UTM

UTM adalah alat presisi tinggi untuk mengukur sifat mekanis material seperti tarik, tekan, lentur, dan geser. Tersedia dalam konfigurasi single column dan double column, masing-masing memiliki karakteristik teknis yang memengaruhi cara kerja, akurasi, kapasitas, dan kesesuaian material uji.

Struktur Mekanis: Dimensi dan Kekuatan Penopang

Struktur Mekanis Dimensi dan Kekuatan Penopang

Single Column: Ringkas dan Serbaguna

Single column UTM umumnya dirancang dengan satu tiang penyangga vertikal dan meja pengujian yang menyatu pada satu sisi. Desain ini membuatnya lebih ringkas, hemat tempat, dan sangat cocok untuk ruang laboratorium terbatas.

Namun jangan salah mengartikan bentuknya yang kompak sebagai keterbatasan. Dengan sistem penggerak motor servo yang presisi serta sensor beban beresolusi tinggi, single column mampu menjalankan pengujian dengan tingkat keakuratan yang sangat tinggi untuk kapasitas beban ringan hingga menengah, biasanya di bawah 5kN atau 500 kgf.

Double Column: Stabilitas untuk Kapasitas Beban Besar

Berbeda dari konfigurasi single column, versi Double Column UTM memiliki dua tiang vertikal yang menopang crosshead secara simetris di kedua sisi. Struktur ini memberikan stabilitas tambahan, sangat penting dalam pengujian beban tinggi hingga 100kN ke atas, tergantung desainnya.

Double column sering digunakan dalam industri logam, konstruksi, dan otomotif, di mana spesimen uji seperti baja struktural, aluminium alloy, atau komponen mesin membutuhkan tekanan besar untuk menentukan titik luluh, ultimate strength, atau modulus elastisitas.

 

Baca Artikel Lainnya: Tipe Apa Saja yang Dimiliki Universal Testing Machine Ini?

 

Perbedaan Double dan Single Column dari Segi Kapasitas Beban

Salah satu indikator utama dalam menentukan pilihan antara double dan single column terletak pada kapasitas beban. Single column biasanya digunakan untuk pengujian material yang tidak memerlukan beban besar, seperti plastik, karet, tekstil, atau bahan komposit ringan.

Sebaliknya, double column ini ideal digunakan untuk menguji material berat seperti baja, logam padat, pipa industri, dan pelat baja. Struktur simetris yang dimilikinya mampu menjaga akurasi pengukuran meskipun spesimen mengalami deformasi tinggi.

Dimensi Fisik dan Ruang Lingkup Penggunaan

Single Column: Efisiensi Ruang dan Portabilitas

Di laboratorium akademik, startup manufaktur, atau fasilitas R&D kecil, keterbatasan ruang membuat single column menjadi pilihan ideal. Ringan, ergonomis, dan dapat ditempatkan di meja tanpa instalasi permanen, bahkan beberapa modelnya portabel untuk pengujian lapangan atau lokasi produksi sementara.

Double Column: Kestabilan pada Skala Industri

Sementara itu, double column lebih cocok untuk penggunaan yang menetap, terutama di area produksi skala besar atau laboratorium pengujian industri. Dimensinya yang lebih besar dan bobot yang berat menjadi konsekuensi langsung dari kestabilan serta kekuatan struktur yang ditawarkannya.

Performa dan Akurasi Pengujian

Kedua jenis UTM dapat memiliki akurasi setara, terutama dengan load cell kelas 0.5 sesuai ISO 7500-1. Namun, double column lebih stabil untuk beban besar berkat simetri gaya dan distribusi tekanan yang terjaga, sedangkan single column lebih sensitif untuk material tipis atau elastomer karena jarak ukur pendek dan defleksi sistem minim.

Perbedaan Double dan Single Column dari Aspek Investasi

Single column umumnya lebih ekonomis dari sisi harga, instalasi, dan perawatan sehingga ideal untuk laboratorium pendidikan atau pengujian skala kecil. Sebaliknya, double column lebih tepat untuk industri dengan kebutuhan throughput tinggi dan beragam jenis pengujian, berkat kemampuannya menangani berbagai ukuran spesimen secara konsisten.

Taharica.com menyediakan pilihan mesin uji material tipe single column dan double column yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengujian tarik, tekan, geser, dan lentur di berbagai sektor industri maupun laboratorium. Seluruh model mendukung metode uji sesuai standar ASTM, ISO, hingga JIS, dengan presisi dan efisiensi optimal untuk setiap aplikasi. Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan, silakan hubungi tim kami melalui WhatsApp di 0813‑1066‑1358 atau email ke sales@taharica.com.

Hubungi Kami

Our Products